• June 7, 2023

Benarkah Bakteri Helicobacter Pylori Menyebabkan Kanker Lambung?

Tahukah kamu apa itu bakteri helicobacter pylori? Benarkah bakteri ini bisa menyebabkan kanker lambung? Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi bakteri ini karena tidak mengalami gejala yang serius. Bila infeksinya sudah semakin parah, bakteri ini dapat memicu gejala tukak lambung yang bisa menginfeksi perut, peradangan bisa terjadi. Helicobacter pylori juga merupakan bakteri penyebab kanker lambung, tukak lambung, dan gastritis. Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas di artikel ini!

Baca Juga: Benarkah Maag Bisa Menyebabkan Kanker Lambung?

Apa itu Helicobacter pylori?

Helicobacter pylori (H. pylori) adalah bakteri yang menyerang dan merusak dinding lambung. Akibatnya dapat menimbulkan infeksi di dalam lambung. Sebenarnya, asam lambung dalam tubuh dapat membunuh bakteri yang masuk ke dalam saluran pencernaan bersama makanan. Namun sayangnya, bakteri H. pylori dapat hidup di kondisi yang asam sekalipun asam lambung tidak dapat melawan bakteri ini. 

Infeksi H. pylori umumnya dialami oleh banyak orang dan tidak menimbulkan gejala yang parah. Namun jika terjadi berkelanjutan, infeksi H. pylori dapat menyebabkan berbagai penyakit saluran pencernaan, seperti peradangan pada lambung (gastritis), luka lambung, tukak lambung, hingga kondisi terparah, yaitu kanker lambung. 

Penyebab Helicobacter pylori adalah makanan yang terkontaminasi bakteri Helicobacter pylori, kontak mulut atau air liur antara penderita Helicobacter pylori dengan orang sehat, serta kontak dengan feses penderita yang tidak dibersihkan dengan benar. 

Helicobacter pylori dapat menyebabkan kanker lambung  

Menurut American Cancer Society, bakteri H. pylori bisa menjadi penyebab kanker lambung. Mengapa demikian? Mengalami infeksi H. pylori dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan munculnya abses atau bisul di lambung. Kondisi tersebut yang kemudian dapat memicu pertumbuhan sel yang abnormal di sekitar lambung. Sel-sel ini dapat membentuk tumor dan berpotensi menjadi kanker. 

Dalam banyak kasus, gejala awal pengidap kanker lambung meliputi gastritis atau peradangan pada dinding lambung yang memiliki tanda-tanda nyeri pada ulu hati. Gejala ini kemudian semakin terasa parah dan menjadi tukak lambung. 

Bakteri H. pylori juga dapat mengontaminasi makanan yang dikonsumsi. Jika terkontaminasi, zat dalam makanan tersebut berubah menjadi bahan kimia yang dapat memicu perubahan pada DNA sel di lapisan lambung dan perut. 

Baca Juga: Pahami Perbedaan GERD dan Kanker Lambung

Penyebaran Helicobacter pylori 

Bakteri H. pylori dapat menyebar melalui beberapa cara, yaitu: 

  • Kontak mulut atau air liur antara seseorang yang terinfeksi H. pylori dengan orang yang sehat 
  • Kontak dengan kotoran atau feses seseorang yang terinfeksi H. pylori 
  • Konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri H. pylori 

Gejala infeksi Helicobacter pylori 

Beberapa gejala utama Helicobacter pylori yang umum mirip dengan sakit maag. Maka dari itu, sudah sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan ke dokter atau tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Adapun beberapa gejala umum tersebut meliputi: 

  • Nyeri perut yang tidak tertahankan, terlebih pada saat perut kosong dan di malam hari
  • Mual dan muntah
  • Demam tinggi 
  • Sendawa yang berlebihan 
  • Penurunan berat badan 
  • Hilangnya nafsu makan 
  • Feses berdarah atau berwarna gelap 

Baca Juga: Apa Saja Gejala Kanker Lambung yang Perlu Kamu Waspadai?

Siapa saja yang lebih berisiko mengidap Helicobacter pylori? 

  • Tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang tidak baik 
  • Tinggal di pemukiman padat penduduk
  • Mengonsumsi air minum yang tidak dimasak hingga matang 
  • Berbagi tempat tinggal dengan penderita infeksi H. pylori  

Skrining dini risiko kanker GASTROClear™ adalah tes skrining biomarker kanker #1 di Indonesia yang paling sensitif dan akurat mendeteksi lebih dini risiko penyakit kanker lambung sebelum memasuki stadium 1 dengan tingkat akurasi sebesar >87,5% dan kanker lambung sebelum memasuki stadium 2 dengan tingkat akurasi sebesar >89,5%. Tes ini bersifat aman dan tidak berisiko karena menggunakan prosedur layaknya tes darah pada umumnya. Untuk informasi lebih lanjut terkait GASTROClear™, silakan menghubungi customer care Bumame.

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*